+62.31.598.1809 [email protected]

Trust

Bagaiamana sebuah tim bisa berfungsi dengan baik apabila tidak ada rasa saling percaya?

Saling percaya yang dimaksud di sini bukan hanya sekedar “saya percaya bahwa kamu akan menyelesaikan pekerjaanmu”, bukan hanya itu.

Rasa percaya di sini termasuk saya bisa mengingatkan kamu apabila kamu tidak mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan, saya bisa mengingatkan kamu apabila perilakumu sudah tidak sejalan dengan tujuan tim, tanpa rasa kuatir bahwa kamu akan tersinggung atau bahkan sakit hati.

Sebuah tim, bagi saya, adalah sekumpulan orang yang melakukan kegiatan dan koordinasi dengan tujuan dan batas waktu yang jelas.

Mari kita sepakat bahwa disitu ada tujuan dan batas waktu yang jelas. Spesific dan clear. Tanpa ini, sebuah tim tidak akan ada gunanya, karena memang tidak ada tujuannya.

Sekumpulan orang yang berkumpul, berdiskusi, mungkin melakukan koordinasi, saya sebut silaturahmi. Dalam topik lain silaturahmi diperlukan untuk menjalin hubungan yang baik. Namun saat ini kita sedang tidak membahas itu.

Kembali pada kepercayaan. Saya percaya bahwa kamu akan melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabmu, saya percaya saya bisa memberikan koreksi apabila kamu melakukan sesuatu yang tidak align dengan tujuan tim. Dan, saya percaya bahwa kamu akan memberikan koreksi-koreksi produktif kepada saya demi tercapainya tujuan tim. Segitu!

Dengan kondisi seperti itu, bukan berarti sebuah tim dipastikan bisa mencapai tujuannya. Kondisi ini memastikan sebuah tim ada di jalan yang benar. Tidak tersesat. Kondisi ini memastikan sebuah tim akan efektif dan efisien dalam koordinasi dan kerjasama selanjutnya.

Masih ada beberapa faktor lain yang mendukung kesuksesan tim. Kepercayaan seperti yang dijelaskan di atas adalah pondasinya.

Seperti apakah tim anda?

Ditulis oleh: JD Darmawan Ardi P
Inspirasi dari: The Five Dysfunctions of a Team, Patrick Lencioni
Sumber gambar: https://integritychek.com/wp-content/uploads/2016/04/trust_slide.jpg