+62.31.598.1809 [email protected]

Penggunaaan teknologi dengan alasan dan tujuan yang tepat sangat memberikan manfaat kepada organisasi. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi bisnis.

Baru-baru ini, di awal bulan Maret 2020, saya berkesempatan berbicara banyak dengan founder dari Happy5.

Sebelum lebih lanjut saya bercerita, mari kita mulai dengan membahas apa itu Happy5. Menurut pendapat saya, produk dari Happy5 ini sangat sangat sangat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses task management dan feedback. Silakan mengunjungi website mereka untuk mengetahui lebih banyak. 

Pada saat saya ketemu dengan Doni Priliandi, yang adalah founder dari Happy5 ini, saya tidak perlu waktu seharian untuk menerima penjelasan mengenai produk yang memanfaatkan teknologi ini. 

Kami awali dengan makan siang. Pada saat makan kami sama sekali belum mulai membicarakan mengenai Happy5. Kami menikmati makan siang kami, sambil silaturahmi. Pembicaraan detail agak kurang pas kalau disampaikan di sini, akan banyak kalimat yang harus disensor. Intinya, saya dan Doni bicara banyak hal, sebagai teman yang sudah lama tidak berjumpa. 

Kami sudah sering bertemu, tapi pertemuan yang kali ini berbeda. Saya punya rasa penasaran untuk mengetahui lebih banyak mengenai produk Happy5 yang dimiliki Doni. Karena saat ini banyak perusahaan besar yang sudah menggunakan produknya. 

Jadi saya mulai agak memaksa untuk minta dijelaskan lebih banyak. Dan saya yakin Doni sangat tersiksa. Kenapa? Karena saya minta dijelaskan pada saat kami baru selesai makan siang, kenyang dan ngantuk. Tapi kalau tidak memberikan solusi ya bukan Doni namanya. Di perjalanan dari tempat makan siang ke kantornya Doni, saya dijelaskan, sambil kami berdua menguap beberapa kali. Tetap esensi diskusi tidak hilang. 

Satu kalimat sebagai kesimpulan penjelasan Doni adalah Culture Transformation Enabler. Happy5 ini adalah infrastruktur yang tepat untuk organisasi bisnis melaksanakan perubahan culture. Bisa mengukur dan menganalisa.

Tiba di Menara Astra. Menuju kantor Happy5.

Tiba di kantor Happy5, tepatnya di WeWork, Menara Astra, kami masih asik ngobrol. Saya menikmati suasana kantor Happy5. Di situ saya bertemu dua orang yang membuat saya terkesan. Mereka adalah CRO (Chief Revenue Officer) dan CTO (Chief Technology Officer). Menariknya, di kantor Doni saya tidak disambut seperti tamu baru, malahan dianggap seperti anggota tim mereka. Budaya yang menurut saya sangat tepat untuk Happy5. Jadi saya banyaaaaaak belajar, iya a nya banyak, saking banyaknya. Saya mendengarkan diskusi CEO yang adalah Doni sendiri, CRO dan CTO yang sangat dinamis, santai dan bikin saya “Ooo meeting bisa juga sepert ini ya?” 

Kantor Happy5.

Sudah mau pulang. Masih sempatkan foto lagi.

Waktu saya harus berakhir karena Doni juga harus urus tiket untuk jadwal terbang ke San Fransisco.

Untuk Anda, pembaca, yang tertarik untuk mengenal lebih banyak tentang Happy5. Silakan kunjungi website mereka. Atau hubungi saya, akan saya sambungkan ke mereka.

Saat ini beberapa pengguna Happy5 antara lain adalah BCA, dan salah satu perusahaan rokok multinasional serta masih banyak lainnya. 

Terakhir, pas sudah banyak mengerti tentang produk Doni. Di perjalanan pulang dari kantor Doni, saya gowes sambil mikir “Kemana aja aku selama ini? Doni bisa bikin produk yang bersaing di Silicon Valley, sementara saya… ?” Ini bukan curhat, ini pengingat yang bagus. 

Sukses terus Doni dan Happy5 nya. Saya bangga.


Happy5 punya dua produk:

  1. Happy5 Culture. Digunakan untuk jadi Culture Transformation Enabler. Company social media + Employee recognition + Employee Survey. Cara baru bagi perusahaan untuk berkomunikasi dengan ribuan karyawannya dimana saat ini email, wag, poster kurang efektif dan kurang efisien untuk mass engagement. Happy5 is utilized to share and scale messages, role modeling, examples, of value demonstration. At the same time, companies have access to get real time insights from their employees.
  2. Happy5 Performance. Agile Performance Management Platform. Tidak hanya digunakan untuk performance review cycle saja tetapi bisa untuk menentukan tindakan perbaikan prioritas perusahaan dengan adanya real time visibility dari goal alignment dan progressnya.