+62.31.598.1809 [email protected]

SKB 3 Menteri 2020 Mengenai Perubahan SKB 3 Menteri 2019

[best view on desktop]

Per tanggal 9 Maret 2020 kemarin terbit Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Apabila surat ini benar adanya dan bukan hoax, berikut kami mencoba menyandingkan dua Keputusan Bersama tersebut dalam tabel di bawah ini:

Nomor 728 Tahun 2019;
Nomor 213 Tahun 2019;
Nomor 01 Tahun 2019;
27 Agustus 2019
Nomor 174 Tahun 2020;
Nomor 01 Tahun 2020;
Nomor 01 Tahun 2020;
9 Maret 2020
Hari Keterangan
1 Januari 2020 1 Januari 2020 Rabu Tahun Baru 2020 Masehi
25 Januari 2020 25 Januari 2020 Sabtu Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili
22 Maret 2020 22 Maret 2020 Minggu Isra MikrajNabi Muhammad SAW
25 Maret 2020 25 Maret 2020 Rabu Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942
10 April 2020 10 April 2020 Jumat Wafat Isa Al Masih
1 Mei 2020 1 Mei 2020 Jumat Hari Buruh Internasional
7 Mei 2020 7 Mei 2020 Kamis Hari Raya Waisak 2564
21 Mei 2020 21 Mei 2020 Kamis Kenaikan Isa Al Masih
24 Mei 2020 24 Mei 2020 Minggu Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
25 Mei 2020 25 Mei 2020 Senin Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
1 Juni 2020 1 Juni 2020 Senin Hari Lahir Pancasila
31 Juli 2020 31 Juli 2020 Jumat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah
17 Agustus 2020 17 Agustus 2020 Senin Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
20 Agustus 2020 20 Agustus 2020 Kamis Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah
29 Oktober 2020 29 Oktober 2020 Kamis Maulid Nabi Muhammad SAW
25 Desember 2020 25 Desember 2020 Jumat Hari Raya Natal
Cuti Bersama: Cuti Bersama:
22 Mei 2020 22 Mei 2020 Jumat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
26 Mei 2020 26 Mei 2020 Selasa Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
27 Mei 2020 27 Mei 2020 Rabu Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
28 Mei 2020 Kamis Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
29 Mei 2020 Jumat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
21 Agustus 2020 Jumat Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah
30 Oktober 2020 Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW
24 Desember 2020 24 Desember 2020 Kamis Hari Raya Natal

 

Dari keterangan tabel di atas, Keputusan Bersama yang baru menambahkan 4 hari untuk Cuti Bersama. Yaitu:

  1. 28 Mei 2020 – Kamis – Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
  2. 29 Mei 2020 – Jumat – Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
  3. 21 Agustus 2020 – Jumat – Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah
  4. 30 Oktober 2020 – Jumat – Maulid Nabi Muhammad SAW

Dari Keputusan Bersama yang 2019 tidak ada yang dikurangkan. Demikian rangkuman informasi, semoga bermanfaat.

Jika diperlukan silakan download file berikut:

  1. SKB 3 Menteri – Release 2019
  2. SKB 3 Menteri – Release 2020
  3. Tambahan SE Menaker Tentang Pelaksanaan Cuti Bersama

Salam.
HCG

Bersyukur Atas Segalanya

Karena saya yakin bahwa membuktikan pelayanan yang bagus bukan berdasarkan award saja.” – JD Darmawan Ardi P

Hari ini, Selasa, tanggal 3 Maret 2020. Sekitar pukul 15.00 WIB. Kami kedatangan tamu yang sangat baik. Tidak tanggung-tanggung, tamu yang datang dari unsur:

  1. Kemnaker
  2. BPJS Ketenagakerjaan, dan
  3. Disnakertrans Provinsi Jatim

Total tamu saya ada 9 orang. Cukup terkejut waktu melihat yang datang sebanyak itu. Sebelumnya memang ada pemberitahuan dari Disnakertrans Prov. Jatim, bahwa di tanggal 3 Maret 2020 akan datang tamu dari Kemnaker. Hanya memang saya dan tim HCG tidak menduga jumlahnya sebanyak itu. Saat diberitahukan mengenai rencana kedatangan tamu, surat tugas sedang disiapkan.

Cuaca sedang agak mendung pada saat para tamu datang. Pas kami sudah duduk di ruang meeting, barulah turun hujan cukup deras.
Ruang meeting kami cukup besar untuk menampung 9 orang tamu, dan 3 orang dari tim HCG, asalkan duduknya mau agak dempet-dempet sedikit. Hitung-hitung, pas hujan, agar lebih hangat juga.

Ruang meeting yang luas (asal mau dempet-dempet)

Aktivitas menyelesaikan maksud dan tujuan kedatangan

Pertemuan dibuka oleh tamu dari Disnakertrans Prov Jatim. Kemudian dilanjutkan oleh tamu dan Kemnaker. Langsung dijelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka dan kemudian terjadilah proses sesuai prosedur. Kami memberikan data yang diperlukan dan tamu dari Kemnaker memberikan arahan yang sangat bermanfaat bagi kami. 

Sempat ada diskusi ringan, dan sangat bermanfaat bagi kami. 

Sambil menunggu beberapa data yang harus kami lengkapi, kami dan para tamu menyelesaikan daftar hadir dan berita acara. Setelah menyelesaikan daftar hadir dan berita acara, ternyata dokumen yang perlu kami berikan masih membutuhkan waktu sedikit lebih untuk disiapkan. Beruntung saya dibantu oleh tim HCG yang sangat sigap melengkapi dokumen yang dibutuhkan. 

Akhirnya selesai juga. Dan pertemuan ditutup dengan saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para tamu yang sudah berkenan hadir ke kantor HCG. 

Sebagai penutup, saya serahkan satu set Buku Kumpulan Kulgram Rumah MSDM. Saya juga ceritakan kepada para tamu yang dengan rendah hati mau mendengarkan, bahwa buku ini adalah karya dari Rumah MSDM, kelompok belajar dengan value “Memberi dan Berbagi”. Bahwa buku itu adalah kumpulan arsip sharing dari para praktisi dan akademisi yang dibukukan agar dapat dinikmati berupa buku dan dapat memberikan manfaat bagi rekan yang belajar MSDM. MSDM adalah Manajemen Sumber Daya Manusia. 

Saya sampaikan juga, bahwa saya terlibat dalam Rumah MSDM, sebagai In Service. Dan pada saat peluncuran buku itu, kami mengundang Bapak Hanif Dhakiri yang saat itu sebagai Menteri Ketenagakerjaan RI.

Memberikan kenang-kenangan berupa Buku Kumpulan Kulgram Rumah MSDM

Para tamu senang dengan pemberian saya. Saya juga sampaikan minta maaf tidak bisa memberikan kenang-kenangan berupa akrilik, piagam, atau souvenir lain. Saya hanya punya buku ini dan saya berikan untuk kenang-kenangan. 

Begitulah cerita nya. Tentunya para tamu akhirnya pulang dengan sudah menyelesaikan maksud dan tujuan kedatangan dengan baik. Dan saya tambahkan buku untuk bisa dibawa. Harapan saya bukunya bisa diminati oleh yang lain. Dibaca dan memberikan manfaat. 

Kemudian, tujuan saya berbagi tulisan ini adalah sebagai rasa syukur saya. Saya sangat senang para tamu dari berbagai unsur yang terutama sangat berhubungan dengan jenis usaha saya, yaitu outsourcing, berkenan datang ke kantor saya. Berkenan berbagi informasi dan tips. Berkenan menerima pemberian saya. 

Saya bersyukur karena punya kesempatan ini. Saya bersyukur para tamu saya berkenan menerima pemberian saya. 

Dan saya berharap, kondisi seperti ini bisa terjadi lagi. 

Karena bagi saya kedatangan mereka adalah bentuk apresiasi atas apa yang sudah saya kerjakan selama ini.
Iya, ada beberapa saran perbaikan. Dan ini juga saya syukuri, karena dari mana lagi saya bisa mengetahui perbaikan apa yang harus saya lakukan kalau bukan dari mereka. 

Terima kasih Bapak Ibu tamu yang sudah berkenan hadir. Terima kasih juga untuk tim HCG yang sigap dan siap sedia mendukung kebutuhan maksud dan tujuan para tamu. 

Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya, dengan perbaikan dari kami. 

Karena membuktikan bahwa organisasi ini bisa bekerja dengan baik bukan dari akrilik atau piala. 

Update Membanggakan dari Rekan Kerja (Klien) Kami, Tetra Pak Indonesia.

Pada tanggal 31 Oktober 2019 lalu, Tetra Pak Indonesia memaparkan penelitiannya dalam acara yang berjudul “The Convergence of Health & Environment” di Grand Ballroom Hotel AYANA Midplaza, Jakarta. Riset atau penelitian yang dipaparkan adalah mengenai Tetra Pak Index 2019. Salah satunya, menunjukkan adanya relevansi yang kuat antara kesehatan konsumen dan kesehatan lingkungan.

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tetra Pak Index 2019 Tunjukkan Relevansi Kuat antara Kesehatan Konsumen dan Lingkungan”, https://biz.kompas.com/read/2019/10/31/164259728/tetra-pak-index-2019-tunjukkan-relevansi-kuat-antara-kesehatan-konsumen-dan.)

Tetra Pak Index 2019 Tunjukkan Relevansi Kuat antara Kesehatan Konsumen dan Lingkungan.

- sumber: Kompas.com

Perusahaan spesialis pemrosesan dan pengemasan makanan serta minuman, Tetra Pak Indonesia kembali merilis laporan survei tahunan bertajuk Tetra Pak Index 2019. Survei ini dilakukan di lima negara sekaligus, di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, Brazil, dan Indonesia. Berkolaborasi dengan Ipsos, riset ini mengambil 1.000 responden dari masing-masing negara.

Di Indonesia sendiri, mayoritas responden berasal dari kawasan padat penduduk, khususnya di wilayah Jawa. Secara garis besar, survei ini menunjukkan bahwa saat ini konsumen telah memahami bahwa kesehatan pribadi dan kesehatan lingkungan memiliki keterkaitan satu sama lain.

Pemaparan riset Tetra Pak Index 2019 ini berlangsung di talkshow bertajuk “The Convergence of Health & Environment” yang dihelat pada Kamis (31/10/2019), di Grand Balroom Hotel AYANA Midplaza, Jakarta.

Beberapa pembicara yang hadir di acara ini di antaranya adalah Communication Manager Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines, Indonesia – Gabrielle Angriani; Managing Director Ipsos Indonesia – Soeprapto Tan; dan Co-Founder Burgreens Organic Eatery dan Home Delivery – Helga Angelina Tjahyadi.

Adapun salah satu temuan menarik yang ada di survei ini antara lain adalah 82 persen konsumen Indonesia setuju bahwa kerusakan lingkungan dapat tertangani jika mampu mengubah kebiasaan yang ada saat ini. Kemudian lebih dari 80 persen konsumen setuju akan pentingnya gaya hidup sehat dan hidup dengan dampak yang minimal.

- Sumber: Kompas.com

Senada dengan survei tersebut, Gabrielle Angriani pun memaparkan bahwa lebih dari 80 persen konsumen Indonesia memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesehatan.

“Di Indonesia, terdapat lima karakteristik makanan dan minuman yang dapat menjawab kebutuhan kesehatan konsumen, di antaranya dalah bahan-bahan alami, tanpa bahan pengawet, organik, kemasan yang dapat di daur ulang, dan kemasan yang dapat digunakan atau diisi kembali,” paparnya.

Meski memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, faktanya hanya 42 persen konsumen Indonesia yang mendaur ulang produk yang telah dipakai. Kemudian hanya 45 persen konsumen Indonesia yang berkeinginan untuk mengurangi pembelian dan pemakaian plastik.

“Karenanya, selama 15 tahun terakhir ini kita tidak henti-hentinya mengedukasi masyarakat, mulai dari sekolah-sekolah hingga ke retail agar terbiasa untuk melakukan segregasi (pemilahan sampah),” tambahnya.

Soeprapto Tan sendiri memaparkan bahwa jumlah penduduknya yang besar adalah salah satu alasan terpilihnya Indonesia menjadi salah satu negara kunci. Selain itu “Bhinneka Tunggal Ika” yang menjadi karakteristik unik budaya pun menjadi alasan pendukung lainnya.

“Secara aspek kesehatan, Indonesia menempati satu dari lima negara penderita diabetes tertinggi. Sedangkan secara lingkungan, permasalahan sampah plastik juga telah menjadi sorotan internasional,” ujarnya.

Sedangkan di tempat terpisah, Managing Director Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines, Indonesia – Michael Wu mengatakan bahwa laporan Tetra Pak Index 2019 ini menunjukkan industri makanan dan minuman adalah salah satu industri pertama yang melihat adanya konvergensi antara kesehatan dengan lingkungan.

“Hal ini memberikan peluang baru bagi industri makanan dan minuman untuk menciptakan hubungan personal dengan konsumen, serta mengatasi kedua hal ini secara bersamaan,” ujarnya.

Dirinya pun menambahkan bahwa peluncuran Tetra Pak Index 2019 ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia, sehingga dapat memenangkan tren konvergensi kesehatan dan lingkungan di masa depan.

- Sumber: Kompas.com

Tetra Pax Index 2019 pun menekankan peran penting aspek kemasan di setiap aktivitas konsumsi masyarakat. Pemilihan kemasan sebaiknya memerhatikan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan memastikan proses daur ulang pasca konsumsi dilakukan secara tepat.

Agustus silam pun Tetra Pak Indonesia meluncurkan laporan berkelanjutan dengan beberapa pencapaian daur ulang di tahun 2018. Hal ini diwujudkan dengan menambah nilai investasi untuk peningkatan kapasitas hingga 1.500 ton per bulan, mencapai tingkat daur ulang sebesar 21,2 persen (10.338 ton), serta meningkatkan fasilitas pemilahan mitra pengumpul.

Tahun ini, Tetra Pak Indonesia pun telah menambah mitra pengumpul baru yang bertanggung jawab untuk wilayah Bali, Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jabodetabek demi mencapai kenaikan 22,5 persen dalam tingkat daur ulang. Hal ini dilakukan guna menjawa tantangan ekosistem daur ulang di Indonesia, terutama pengelolaan sampah karton kemasan minuman. Simak laporan lengkap Tetra Pak Index 2019 dengan mengunjungi halaman ini.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.

Demikian informasi membanggakan ini. Kami sangat beruntung bisa memiliki klien (rekan kerja) seperti Tetra Pak Indonesia.

P – D – C – A

PDCA atau sering disebut juga sebagai Plan Do Check Act. Beberapa juga menyebutnya dengan Plan Do Check Adjust.

Apakah yang dimaksud dengan PDCA?

Menurut penjelasan di https://en.wikipedia.org/wiki/PDCA PDCA adalah 4 (empat) langkah metodologi dalam manajemen yang digunakan untuk mengendalikan (control) dan meningkatkan (improvement) kualitas proses dan kualitas produksi.

Semua fungsi manajerial seharusnya mengerti akan hal ini. Bahkan ini menjadi kemampuan (skill) dan pengetahuan (knowledge) dasar bagi fungsi manajerial. Karena tanpa menguasai ini, ada dua kemungkinan, pertama kita sebenarnya tidak melakukan fungsi manajerial, atau kedua kita mempunyai metode lain yang lebih baik dari metode ini.

Ada yang dengan sadar menerapkan ada juga yang tidak sadar sudah melaksanakan ini. Tidak terlalu masalah sebenarnya. Yang paling penting adalah kontrol dan peningkatan kualitas proses dan produksi selalu terjadi atau dengan kata lain sustain.

Kita coba memahami sedikit lebih dalam mengenai setiap langkah dari PDCA:

  1. Plan. Pada langkah ini harus ada penetapan tujuan dan langkah-langkah atau proses yang diperlukan untuk bisa mencapai hasil yang diharapkan.
  2. Do. Melaksanakan perencanaan dari langkah sebelumnya. Mengerjakan berdasarkan perencanaan. Hal-hal yang terjadi dicatat. Pencatatan ini nantinya akan menjadi data yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat efektif dan efisien dari perubahan atau penyesuaian yang dilakukan.
  3. Check. Dalam langkah ini, data dari fase sebelumnya dikumpulkan dan dievaluasi. Data yang terkumpul dibandingkan dengan hasil yang diharapkan akan dapat dilihat dimana persamaan dan perbedaannya. Dapat diukur kekuranganya. Langkah ini membantu untuk melihat (nantinya) apakah perubahan yang dilakukan pada perencanaan menyebabkan hasil yang lebih baik? Dan bisa juga dipakai untuk menentukan perubahan apa yang diperlukan untuk mendapatkan hasil lebih baik.
  4. Act atau Adjust. Dalam langkah inilah sebuah peningkatan dalam proses dilakukan. Data dari langkah Do dan Check dipakai untuk mengidentifikasi isu atau masalah yang ada. Masalah yang menyebabkan kurang efektif efisien ini kemudian dianalisa rootcaused-nya. Setelah ditemukan penyebab permasalahannya, modifikasi bisa dilakukan pada proses selanjutnya dengan tujuan mendapatkan hasil yang lebih baik dari proses sebelumnya.

Di akhir langkah ini akan menghasilkan hal-hal semacam: instruksi yang lebih baik, cara-cara yang lebih baik (efektif efisien), prosedur yang lebih baik, bahkan tujuan yang lebih baik.

Sehingga langkah Plan selanjutnya sudah mempunyai landasan yang berdasarkan analisa sebelumnya. Tentunya lebih baik.

Sehingga juga, pekerjaan yang dilaksanakan dalam langkah Do tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sebelumnya yang sudah teridentifikasi. Jika kesalahan yang sama masih terjadi, bisa dibilang perencanaan kita (Plan) kurang baik.

PDCA adalah salah satu metode untuk Problem Solving. Mengulangi siklus PDCA akan mendekatkan kita kepada tujuan yang ingin dicapai, biasanya proses dan hasil akan membaik.

Continuous quality improvement with PDCA.
sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/PDCA

Cukup penjelasan mengenai PDCA. Lebih detail bisa dicari di internet. Dalam tulisan ini saya ingin mengajak kita sadar mengenai pentingnya sebuah proses yang efektif dan efisien. Jika kita mau berhitung, kerugian dari melakukan kesalahan yang sama dalam proses yang seharusnya sudah diperbaiki, dari kacamata finansial, berapa kerugiannya?

“Jika kita mengetahui dan sadar menngenai kerugian ini, dan kita menjalankan fungsi manjerial, apa tindakan yang akan kita ambil? Dari mana harus memulai sebuah perubahan?”

Pertanyaan mudah yang seharusnya bisa dijawab oleh fungsi-fungsi manajerial.

Sering kali metode tidak perlu terlalu keren, lebih penting kita paham dan menerapkan dengan baik. Hasilnya bisa kita ukur dan kita perbaiki terus. Kata ilmu manajemen Continous Improvement.

Continuous quality improvement with PDCA.
source: https://en.wikipedia.org/wiki/PDCA

Selamat menjalankan fungsi manajerial dengan baik. Ingat untuk selalu sadar dan mengukur.