+6231.598.1809 info@humancapitalg.com
Select Page

Metode Dua Titik

Salah satu metode yang ada dalam Permenaker no.1 tahun 2017 adalah Metode Dua Titik. Dalam tulisan ini akan mengacu pada Permenaker tersebut.

Metode dua titik adalah metode yang menghubungkan 2 (dua) titik dalam bidang koordinat sumbu absis (X) yang merupakan Golongan Jabatan dan sumbu ordinat (Y) yang merupakan upah, sehingga membentuk sebuah garis lurus yang mempunyai persamaan garis lurus: Y = a + b (X). Garis lurus yang terbentuk dari dua titik tersebut merupakan garis kebijakan upah.

Berdasarkan Pemenaker no. 1 Tahun 2017, berikut adalah langkah yang tertulis untuk metode dua titik:

  • Langkah 1: Siapkan Daftar Jabatan dan Upah yang terdiri dari kolom nomor urut, nama, jabatan, dan upah.
  • Langkah 2: Urutkan upah dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi
  • Langkah 3: Identifikasi upah yang terendah dan upah yang tertinggi.
  • Langkah 4: Tentukan jumlah Golongan Jabatan.
  • Langkah 5: Buat format Tabel Struktur dan Skala Upah yang terdiri dari kolom rentang, Golongan Jabatan, upah terkecil, upah tengah, dan upah terbesar. Masukkan Golongan Jabatan yang telah dikelompokkan pada Langkah 3 ke dalam kolom Golongan Jabatan.
  • Langkah 6: Tentukan rentang untuk masing-masing Golongan Jabatan.
  • Langkah 7: Gunakan upah terendah sama dengan upah tengah terendah, dan upah tertinggi sama dengan upah tengah tertinggi.
  • Langkah 8: Hitung upah tengah antara upah tengah terendah dan upah tengah tertinggi dengan menggunakan rumus persamaan garis lurus: Y = a + b (X)
  • Langkah 9: Hitung Upah Terkecil dan Upah Terbesar masing-masing Golongan Jabatan dengan menggunakan rumus-rumus pada Tabel Rumus Skala Upah.

Keterangan langkah 4:

  1. Jabatan-jabatan dengan tugas dan tanggung jawab yang relatif sama, dapat dikelompokkan dalam 1 (satu) Golongan Jabatan.
  2. Notasi Golongan Jabatan dapat menggunakan angka atau huruf.
  3. Jumlah Golongan Jabatan sebaiknya kurang dari 10 (sepuluh) golongan.
  4. Dalam bidang koordinat sumbu X adalah Golongan Jabatan dan sumbu Y adalah Upah.
  5. Golongan Jabatan terendah (X1) dan upah terendah (Y1) membentuk sebuah titik (titik A).
  6. Demikian juga Golongan Jabatan tertinggi (X2) dan Upah tertinggi (Y2) membentuk titik yang lain (titik B).
  7. Apabila dihubungkan, kedua titik tersebut membentuk 1 (satu) garis lurus yang disebut garis kebijakan upah.

Garis kebijakan upah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Kebijakan Upah

Kebijakan Upah

Keterangan langkah 6:
Dalam pengupahan ada aturan tidak tertulis (rule of thumb) sebagai petunjuk dalam menentukan rentang.
Aturan ini menyebutkan bahwa rentang untuk jabatan-jabatan dalam suatu organisasi dikelompokkan dalam 3 (tiga) klasifikasi: staff, supervisory, dan managerial.
Rentang ketiga klasifikasi ini tidak satu angka melainkan merupakan sebaran seperti contoh dalam rentang di bawah ini.
Untuk menentukan rentang suatu jabatan, bisa mengambil satu angka di dalam sebaran sesuai klasifikasinya.

Contoh Tabel Rentang

Contoh Tabel Rentang

Keterangan langkah 8:
Y adalah upah;
X adalah Golongan Jabatan;
a adalah intercept (titik potong Garis Kebijakan Upah dengan sumbu Y);
b adalah slope (sudut kemiringan Garis Kebijakan Upah).

Cara Menghitung:
Hitung besaran b:

Persamaan 1 (titik pertama) Y1=a+b(X1)
 Persamaan 2 (titik kedua) Y7=a+b(X7)

Apabila Persamaan 2 dikurang Persamaan 1, maka didapat nilai b.

Hitung besaran a:
Masukan nilai b pada Persamaan 1, maka didapat nilai a.
Dengan diketahui a dan b, maka upah (Y) untuk Golongan Jabatan (X) lain dapat dihitung.

Keterangan langkah 9:

Tabel Rumus Skala Upah

Tabel Rumus Skala Upah

Untuk lebih jelas kita akan menggunakan contoh usaha Mini Market.

Langkah 1 dan Langkah 2:
Siapkan Daftar Jabatan dan Upah yang terdiri dari kolom Nomor Urut, Nama, Jabatan, dan Upah. Urutkan upah dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar.

Tabel Daftar Jabatan dan Upah

Tabel Daftar Jabatan dan Upah

Langkah 3:
Identifikasi upah yang terendah dan upah yang tertinggi.
Dari Daftar Jabatan dan Upah Berdasarkan Urutan Upah tersebut di atas, upah yang terendah yaitu Rp1.575.000,00 dan upah yang tertinggi yaitu Rp15.000.000,00.

Langkah 4:
Tentukan jumlah Golongan Jabatan.
Dalam menentukan jumlah Golongan Jabatan, maka jabatan-jabatan dengan tugas dan tanggung jawab yang relatif sama, dikelompokkan dalam 1 (satu) Golongan Jabatan.
Notasi Golongan Jabatan dapat menggunakan angka atau huruf.
Jumlah Golongan Jabatan sebaiknya kurang dari 10 (sepuluh) golongan.
Contoh: jabatan-jabatan di atas digolongkan menjadi 7 (tujuh) Golongan Jabatan, sebagai berikut:

Tabel Pengelompokan Golongan Jabatan

Tabel Pengelompokan Golongan Jabatan

Pengelompokan jabatan menjadi Golongan Jabatan ditentukan berdasarkan upah dari masing-masing jabatan yang besaran upahnya relatif sama.
Dalam menggambar garis kebijakan upah, tentukan titik A yaitu koordinat antara Golongan Jabatan terendah (Golongan Jabatan 1 = X1) dan upah terendah (Rp1.575.000,00 = Y1) yang membentuk titik koordinat (1;1.575.000,00).
Selanjutnya tentukan titik B yaitu koordinat antara Golongan Jabatan tertinggi (Golongan Jabatan 7 = X7) dan upah tertinggi (Rp15.000.000,00 = Y7) yang membentuk titik koordinat (7;15.000.000,00).
Hubungkan kedua titik tersebut hingga membentuk 1 (satu) garis lurus yang disebut garis kebijakan upah.
Garis kebijakan upah tersebut memiliki rumus persamaan garis lurus: Y = a + b (X).

Grafik Menentukan Garis Kebijakan Upah dari Dua Titik

Grafik Menentukan Garis Kebijakan Upah dari Dua Titik

Langkah 5:

Buat format Tabel Struktur dan Skala Upah yang terdiri dari kolom Rentang, Golongan Jabatan, Upah terkecil, Upah tengah, dan Upah terbesar.

Masukkan Golongan Jabatan yang telah dikelompokkan pada Langkah 3 ke dalam kolom Golongan Jabatan.

Tabel Format SSU dengan Golongan Jabatan

Tabel Format SSU dengan Golongan Jabatan

Langkah 6:
Tentukan Rentang untuk masing-masing Golongan Jabatan.
Misal:

  • Nomor Urut 1-22, Klasifikasi Jabatan Staf, Golongan Upah 1-4, Rentang 40%
  • Nomor Urut 23-24, Klasifikasi Jabatan Supervisory, Golongan Upah 5, Rentang 70%
  • Nomor Urut 25-31, Klasifikasi Jabatan Managerial, Golongan Upah 6-7, Rentang 100%

Dari contoh di atas, Rentang dan Golongan Jabatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Tabel Format SSU dengan Golongan Jabatan dan Rentang

Tabel Format SSU dengan Golongan Jabatan dan Rentang

Langkah 7:

Gunakan upah terendah sama dengan upah tengah terendah dan upah tertinggi sama dengan upah tengah tertinggi.

Dari Daftar Jabatan dan Upah tersebut di atas, maka:
Upah terendah = Rp. 1.575.000,00 sehingga upah tengah terendah yaitu Rp.1.575.000,00;
Upah tertinggi = Rp.15.000.000,00 sehingga upah tengah tertinggi yaitu Rp.15.000.000,00.

Tabel Format SSU dengan Golongan Jabatan, Rentang dan Upah Tengah (atas dan bawah)

Tabel Format SSU dengan Golongan Jabatan, Rentang dan Upah Tengah (atas dan bawah)

Langkah 8:
Dibagian ini, kembali kita ke pelajaran persamaan garis dan penjumlahan persamaan. Asumsi anda semua sudah paham mengenai pelajaran ini dulu.

Hitung upah tengah antara upah tengah terendah dan upah tengah tertinggi dengan menggunakan rumus persamaan garis lurus: Y = a + b (X).

Koordinat Titik (X,Y):

Titik pertama X = Golongan Upah = 1
 Y = Upah Tengah = 1.575.000
 Titik kedua X = Golongan Upah = 7
 Y = Upah Tengah = 15.000.000

Hitung besaran b dengan mengurangkan persamaan titik kedua dengan persamaan titik pertama:

Persamaan Titik kedua ——>15.000.000 = a + b (7)
 Persamaan Titik pertama ——> 1.575.000 = a + b (1)
 13.425.000 = b (6)
 b = 13.425.000 : 6
 b = 2.237.500

Hitung besaran a dengan memasukkan nilai b (2.237.500) pada persamaan titik pertama.

Persamaan titik pertama 1.575.000 = a + 2.237.500 (1)
 a = 1.575.000 ̶ 2.237.500
 a = -662.500

Hitung Upah Tengah dari Golongan Upah 2:

Persamaan garis lurus Y = a+b (X)
 Y =- 662.500 + 2.237.500 (2)

Dengan cara yang sama, dapat dihitung Upah Tengah untuk Golongan Jabatan 3 sampai dengan 6, sehingga diperoleh hasil seperti di bawah ini:

Tabel Format SSU dengan Golongan Jabatan, Rentang dan Upah Tengah lengkap hasil perhitungan persamaan garis

Tabel Format SSU dengan Golongan Jabatan, Rentang dan Upah Tengah lengkap hasil perhitungan persamaan garis

Langkah 9:
Hitung Upah Terkecil dan Upah Terbesar masing-masing Golongan Jabatan dengan menggunakan rumus-rumus pada Tabel Rumus Skala Upah:

Untuk bagian ini, tidak perlu kita capek-capek membuktikan Rumus. Silakan gunakan saja rumus yang sudah disediakan. Kalau ada waktu, baru silakan digunakan untuk membuktikan rumus yang ditentukan.
Dalam contoh kita ini, diketahui: Rentang dan Upah tengah, maka menggunakan rumus yang nomor 6.

Upah Terkecil = (2 x Mid) / (Spread + 2)
Upah Terbesar = (2 x Mid) x (Spread + 1) / (Spread + 2)

Dengan rumus yang sama, hitung Upah Terkecil dan Upah Terbesar untuk Golongan Jabatan 2 sampai dengan 6.
Dengan demikian, Struktur dan Skala Upah untuk Usaha Minimarket dapat dilihat seperti Tabel di bawah ini:

Tabel Format SSU Lengkap

Tabel Format SSU Lengkap

Demikian cara membuat Struktur dan Skala Upah menggunakan Metode Dua Titik. Metode ini disarankan bagi perusahaan yang jumlah jabatannya tidak menengah, sekitar 30 jabatan seperti contoh yang digunakan.

Anda dapat mengikuti workshop lengkap mengenai Pembuatan Struktur dan Skala Upah dengan 3 (tiga) metode, termasuk yang dijelaskan di atas. Untuk informasi lebih lanjut silakan kirimkan email ke info@humancapitalg.com.

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Pembuatan Struktur dan Skala Upah, anda dapat mengisi form terlampir atau menghubungi: Ibu Nia Sabrina di nia@humancapitalg.com. Kami akan menghubungi anda kembali. Semua aktivitas baik workshop, konsultansi dan project akan dikawal oleh Anton Subagiyanto Associates.

Metode Ranking Sederhana

Salah satu metode yang ada dalam Permenaker no.1 tahun 2017 adalah Metode Rangking Sederhana. Dalam tulisan ini akan mengacu pada Permenaker tersebut.

Berdasarkan Pemenaker no. 1 Tahun 2017, berikut adalah langkah yang tertulis:

  • Langkah 1: Tentukan jabatan dan uraian tugas masing-masing jabatan .
  • Langkah 2: Buat daftar jabatan dan urutkan jabatan tersebut berdasarkan uraian tugasnya dari yang termudah sampai dengan yang tersulit.
  • Langkah 3: Buat Tabel Struktur dan Skala Upah yang terdiri dari kolom jabatan, Golongan Jabatan, upah terkecil, dan upah terbesar.
  • Langah 4: Tentukan upah terkecil untuk jabatan terendah. (Upah terkecil untuk jabatan terendah adalah upah terkecil yang umumnya dibayarkan dan mau diterima oleh Pekerja/Buruh.)
  • Langkah 5: Tentukan Upah Terbesar untuk Jabatan terendah. (Upah Terbesar untuk Jabatan terendah adalah upah terbesar yang umumnya dibayarkan dan mampu dibayarkan oleh pengusaha.)
  • Langkah 6: Tentukan Upah Terkecil dan Upah Terbesar untuk Jabatan-Jabatan selanjutnya dengan mengikuti langkah 4 dan langkah 5).
  • Langkah 7: Masukkan Upah Terkecil dan Upah Terbesar masing-masing Jabatan ke dalam Tabel Struktur dan Skala Upah.
  • Langkah 8: Tentukan Golongan Jabatan untuk masing-masing jabatan. (Untuk Jabatan yang tugas dan tanggung jawabnya kurang lebih sama, dapat digabung menjadi 1 (satu) Golongan Upah.)

Kita akan coba melaksanakan langkah tersebut di atas dengan menggunakan contoh.

Contoh:
Usaha kontraktor bangunan (bisa juga diterapkan pada usaha lain yang jumlah jabatannya sedikit, seperti usaha restoran kecil, toko ritel, dll).

  1. Tukang Kayu: 3 orang
  2. Tukang Batu: 5 orang
  3. Pembantu Tukang: 10 orang
  4. Mandor: 1 orang
  5. Arsitek: 1 orang

Langkah 1: Tentukan jabatan dan uraian tugas masing-masing jabatan.
Tukang Kayu: melaksanakan pekerjaan konstruksi kayu atap, kusen, pintu dan jendela, termasuk plafon, lantai dan dinding kayu sesuai gambar kerja
Tukang Batu: melaksanakan pekerjaan konstruksi batu kali dan batu bata, pelesteran, siar (veog) sesuai gambar kerja
Pembantu Tukang: membantu pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan Tukang Kayu dan/atau Tukang Batu
Mandor: mengawasi dan memastikan pekerjaan-pekerjaan Tukang Kayu, Tukang Batu, dan Pembantu Tukang sesuai dengan gambar kerja/gambar detail serta tepat waktu.
Arsitek: merancang bangunan sesuai yang dikehendaki, menghitung anggaran pembangunan, serta memastikan bahwa pelaksanaan dan bangunan tidak melanggar peraturan perundang-undangan

Langkah 2: Buat daftar jabatan dan urutkan jabatan tersebut berdasarkan uraian tugasnya dari yang termudah sampai dengan yang tersulit.
Dari contoh di atas, urutan jabatan tersebut sebagai berikut:

  1. Pembantu Tukang
  2. Tukang Batu
  3. Tukang Kayu
  4. Mandor
  5. Arsitek

Langkah 3: Buat Tabel Struktur dan Skala Upah yang terdiri dari kolom Jabatan, Golongan Jabatan, Upah Terkecil, dan Upah Terbesar.
Masukkan jabatan ke dalam kolom jabatan pada Tabel Struktur dan Skala Upah tersebut. Seperti tabel dibawah ini:

Tabel 1: Jabatan, Golongan Jabatan, Upah terkecil, Upah terbesar.

Langkah 4: Tentukan upah terkecil untuk jabatan terendah.
Dalam contoh ini, jabatan terendah adalah pembantu tukang.
Upah terkecil untuk pembantu tukang ditentukan sebesar Rp1.500.000,00.
Dalam menentukan upah terkecil untuk jabatan terendah, harus mempertimbangkan upah terkecil yang umumnya dibayarkan dan mau diterima oleh Pekerja/Buruh serta upah minimum yang berlaku di daerah setempat.

Langkah 5: Tentukan upah terbesar untuk jabatan terendah.
Jabatan terendah pada contoh di atas yaitu pembantu tukang.
Upah terbesar untuk pembantu tukang ditentukan sebesar Rp2.250.000,00.
Dalam menentukan upah terbesar untuk jabatan terendah harus mempertimbangkan upah terbesar yang umumnya dibayarkan kepada Pekerja/Buruh dan mampu dibayar oleh Pengusaha.

Langkah 6: Tentukan upah terkecil dan upah terbesar untuk jabatan-jabatan selanjutnya dengan mengikuti langkah 4 dan langkah 5.

Langkah 7: Masukkan upah terkecil dan upah terbesar masing-masing jabatan ke dalam Tabel Struktur dan Skala Upah.

Tabel 2: Upah terkecil dan Upah terbesar dimasukkan dalam tabel SSU

Langkah 8: Tentukan Golongan Jabatan untuk masing-masing jabatan.
Contoh Golongan Jabatan untuk masing-masing jabatan sebagaimana Tabel di bawah ini:

Tabel 3: Tentukan Golongan Jabatan

Apabila ada jabatan yang tugas dan tanggung jawabnya relatif sama, jabatan tersebut dapat dikelompokkan dalam 1 (satu) Golongan Jabatan.
Jabatan tukang kayu dan tukang batu dinilai mempunyai tugas dan tanggung jawab relatif sama, sehingga dapat dikelompokkan dalam 1 (satu) Golongan Jabatan yang sama.

Tabel 4: Golongan Jabatan yang relatif sama, dijadikan satu.

Demikian cara membuat Struktur dan Skala Upah menggunakan Metode Rangking Sederhana. Metode ini disarankan bagi perusahaan yang jumlah jabatannya tidak banyak.

Anda dapat mengikuti workshop lengkap tentang Pembuatan Struktur dan Skala Upah dengan 3 (tiga) metode, termasuk yang dijelaskan di atas. Untuk informasi lebih lanjut silakan kirimkan email ke info@humancapitalg.com.

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Pembuatan Struktur dan Skala Upah, anda dapat mengisi form terlampir atau menghubungi: Ibu Nia Sabrina di nia@humancapitalg.com. Kami akan menghubungi anda kembali. Semua aktivitas baik workshop, konsultansi dan project akan dikawal oleh Anton Subagiyanto Associates.

Menghitung Pajak dan BPJS dari Gaji sampai jadi slip gaji

Latar belakang.
Banyak diantara kita, para pelaksana pengelola MSDM yang masih belum memahami benar mengenai bagaimana formula perhitungan Pph 21 dan BPJS. Yang sudah paham juga banyak, yang pura-pura paham juga banyak.

Yang belum paham ini mencari penjelasan dengan browsing melalui internet. Setelah sekian usaha dilakukan bertemulah dengan aplikasi yang dijual untuk menghitung Pph dan BPJS sehingga muncullah angka yang tampil dalam slip gaji.

Sayangnya membeli aplikasi ini tidak membuat anda paham mengenai bagaimana formula menghitung yang sebenarnya. Dan aplikasi yang dimaksudkan disini bisa jadi hanya sebuah rumus dalam format file Microsoft Excel.

Yang mengerikan lagi adalah, dengan membeli dan menggunakan aplikasi-aplikasi yang ada, anda malah akan sering bilang ‘pokoknya gitu’. Ini terjadi karena anda menggunakan yang sudah siap pakai. Padahal tidak menutup kemungkinan dalam perjalanan waktu akan ada update yang harus dilakukan. Paling mudah, contohnya adalah perubahan PTKP. Kalau ini terjadi, pada saat anda belum menguasai bagaimana dasar perhitungannya, kemungkinan besar anda akan membeli aplikasi terupdate. Begitu seterusnya.

Lalu bagaimana sebaiknya?
Aplikasi yang tesedia, baik dijual atau diberikan sebagai bonus dalam pelatihan dibuat atas dasar yang jelas. Dalam hal ini yang menjadi dasar adalah peraturan pemerintah, baik itu pajak, bpjs, dan peraturan upah.

Kalau anda mampu dan berhasil mengidentifikasi input-proses-outputnya dari perhitungan ini, dan mampu membuat deskripsi yang jelas mengenai langkah-langkah perhitungannya, anda pasti dapat melakukan perubahan yang diperlukan. Atau lebih baik lagi, anda bisa membuat rumus anda sendiri.

Jadi sebaiknya, pahamilah dasar dan sebabnya rumus itu ada. Dan lagi kalau memang anda adalah pelaksana bidang pengelola MSDM, seharusnya anda menguasai ini.

Istilah.
Dalam pembahasan ini, kita akan pahami dulu beberapa istilah. Perlu diketahui bahwa istilah ini mungkin bukan istilah umum, dan hanya berlaku untuk menjelaskan disini.

  1. Gaji bersih, take home pay, besaran rupiah yang diterima oleh pekerja
  2. Gaji kotor, gross salary, adalah besaran rupiah yang masih belum bisa diterima oleh pekerja karena di dalamnya masih terkandung elemen lain. Misalnya, upah lembur, potongan kehadiran, Pph 21 dan BPJS.
  3. BPJS, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Sesuai peraturan pemerintah, ada BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
  4. Pph 21, Pajak Penghasilan Pasal 21
  5. PTKP, Penghasilan Tidak Kena Pajak
  6. PKP, Penghasilan Kena Pajak

Sumber:

  1. Tarif Pajak: http://ketentuan.pajak.go.id/index.php?r=aturan/rinci&idcrypt=oJeko6A%3D, http://ketentuan.pajak.go.id/index.php?r=aturan/cetak&idcrypt=oJqhoKE=
  2. PTKP : http://ketentuan.pajak.go.id/index.php?r=aturan/rinci&idcrypt=oJqgpJs%3D
  3. BPJS Kesehatan : https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/Cara%20Pendaftaran%20Peserta%20Pekerja%20Penerima%20Upah%20(PPU).pdf
  4. BPJS Ketenagakerjaan : http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program/Program-Jaminan-Hari-Tua-(JHT).html di halaman ini bisa anda baca semua program BPJS ketenagakerjaan.

Menghitung “take home pay”.
Yang disebut gaji dalam hal ini biasanya digunakan untuk menyebutkan gaji pokok. Gross salary atau gaji kotor biasanya digunakan untuk menyebutkan besarnya gaji pokok yang masih ada komponen upah lembur, tunjangan lain, potongan kehadiran, dan potongan Pph 21 dan BPJS.

Gross Salary (gaji kotor) = Gaji pokok + Upah Lembur + Potongan kehadiran + Potongan Pph 21 dan BPJS + (-) Biaya jabatan.

  • Tentunya besarnya potongan kehadiran, Pph 21 dan BPJS adalah minus, jadi mengurangi.
  • Besarnya biaya jabatan adalah 5% dari gaji kotor dan maximal Rp. 500.000,-

Dari hasil perhitungan diatas dihasilkan gaji kotor sebulan. Kemudian dikalikan 12 supaya menjadi setahun. Kenapa? Supaya bisa disandingkan dengan PTKP, besaran PTKP dalam peraturan pajak adalah setahun.

Hasil dari gajai kotor setahun dikurangi dengan PTKP adalah PKP (Penghasilan Kena Pajak)

PKP = Gaji kotor (setahun) - PTKP

Penghasilan kena pajak ini kemudian disandingkan dengan Tarif Pajak dari peraturan yang ada. Saat ini, untuk contoh, penghasilan sampai dengan 50 juta per tahun, tarif pajaknya 5%. Maka besarnya Pph 21 terhutang (setahun adalah) besarnya penghasikan kena pajak dikalikan tarif pajaknya.

Pph 21 terhutang (setahun) = PKP x Tarif Pajak

Untuk menentukan besarnya pajak terhutang bulan ini adalah dengan membagi 12 besarnya Pph 21 terhutang (setahun).

Pph 21 terhutang (sebulan) = Pph 21 terhutang (setahun) / 12

Yang juga harus diingat adalah, bagi yang tidak memiiki NPWP, besarnya Pph 21 terhutang harus dikalikan 120% nya.

Untuk menghitung besarnya BPJS, tinggal menyesuaikan berapa besarnya persentase untuk perusahaan dan untuk karyawan. Dan perhatikan persentase ini terhadap apa, gaji kotor atau yang lain.

Besarnya Gaji Bersih atau Take Home Pay didapat dari besarnya Gaji Kotor dikurangi dengan potongan yang ada, misal Pph 21 dan BPJS dan potongan lain.

Take Home Pay = Gross Salary - Pph 21 (sebulan) - Potongan BPJS - Potongan Lain

Itulah cara menghitung besarnya Gaji Bersih. Tampilan slip gaji dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan sebaiknya menampilkan besarnya gaji kotor dan potongan pajak dan BPJS.

Berdasarkan formula-formula diatas dan peraturan yang digunakan sebagai dasar menghitung, maka dapat dibuat formula dalam spreadsheet (Microsoft Excel). Tentukan mana yang konstan dan mana yang berubah, agar pada saat (seandainya) ada perubahan peraturan, besarnya PTKP misalnya, dalam file Excelnya juga dapat dirubah.

Demikain. Semoga terjelaskan.

Video Edukasi Menghitung Upah

Sejak beberapa tahun ini PT HCG sudah mewujudkan kepeduliannya terhadap bidang MSDM. Video edukasi berikut dibuat tahun 2015.

Ada empat judul yang bisa membantu anda memahami mengenai menghitung upah:

  1. Hitung Upah
  2. Asal usul 25 hari
  3. Asal usul 21 hari
  4. Asal usul 173 jam

 

 

 

 

Demikian. Selamat menikmati dan semoga berguna.

Mencari solusi gratis dan efisien untuk perhitungan payroll non staff.

Memahami perhitungan payroll non staff menggunakan Apple Numbers


Pengantar
Dari pengamatan dan pengalaman pribadi, membuat perhitungan Payroll yang Customized cenderung masuk dalam kategori sulit, sehingga di sini banyak menggunakan progammer.
Apakah menarik jika seandainya ada cara penyelesaian yang gratis? Terlebih anda dapat mengendalikan sistem Payroll anda meskipun ada perubahan (customized) dalam perjalanannya?
Jika jawabannya adalah “iya”, lanjutkan baca tulisan ini. Karena dijamin tulisan ini akan memberikan jawaban mengenai apa yang dibutuhkan.
Penjelasan ini mencoba memahami perhitungan yang sama dengan perspektif yang sedikit berbeda dengan yang sudah pernah dilakukan.
Teknik atau metode yang akan disampaikan di sini bisa berguna bagi siapa saja. Secara umum, pendekatan yang digunakan sudah banyak dipakai di bidang lain. Hanya saja dalam pembahasan kali ini difokuskan kepada permasalahan Customized Payroll.
Tujuan dari penulisan ini untuk membagikan perspektif atau cara pandang baru yang diharapkan dapat memberikan efisiensi dalam proses Payroll yang sudah dijalankan, terutama yang Customized.

Penjelasan selanjutnya dibagi menjadi 3 bagian:
1. Pemahaman istilah dan alat (tool) yang digunakan.
2. Teknik dan metode berpikir.
3. Penutup

1. Pemahaman istilah dan alat yang digunakan
Kita perlu menyamakan istilah dan pemahaman mengenai tool yang kita gunakan. Maka kita akan deskripsikan satu-persatu.

1.1. Payroll
Menurut Wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Payroll
A payroll is a company’s list of its employees, but the term is commonly used to refer to:
– the total amount of money that a company pays to its employees
– a company’s records of its employees’ salaries and wages, bonuses, and withheld taxes
– the company’s department that calculates and pays these.
Payroll in the sense of “money paid to employees” plays a major role in a company for several reasons.

Payroll dari perspektif Akuntansi sangat penting karena ini menyangkut kewajiban pajak yang harus diselesaikan oleh perusahaan dan tenaga kerjanya.
Payroll dari perspektif MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) juga sangat penting. Karena tenaga kerja sangat sensitif terhadap kesalahan Payroll. Tenaga kerja berhak untuk dibayar tepat waktu dan tepat jumlah.

Tujuan utama dari proses Payroll adalah untuk memastikan bahwa tenaga kerja mendapatkan kompensasinya secara tepat jumlah dan tepat waktu. Tepat jumlah di sini termasuk segala hal yang mempengaruhinya, pajak dan pengurangan lainnya, termasuk pajak yang harus dibayarkan tepat waktu kepada regulator (Negara).

Beberapa perusahaan memberikan pekerjaan Payroll kepada pihak ketiga, terutama Payroll Customize, karena biasanya ada banyak ketentuan yang menjadikan terlalu rumit untuk dikerjakan oleh internal perusahaan.

1.2. Customized
Sedikit memahami arti kata Customized di sini. Menurut http://www.dictionary.com/browse/customize:
verb (used with object), customized, customizing.
to modify or build according to individual or personal specifications or preference:
to customize an automobile.
Bisa diartikan, supaya mudah, adalah “perlu penyesuaian atau disesuaikan”. Misalnya dalam topik kita ini nanti akan ada banyak penyesuaian-penyesuaian yang mempengaruhi gaji seseorang. Atau, setiap perusahaan mempunyai kebijakan cara menghitung gaji tenaga kerjanya sendiri. Itulah yang dalam topik ini dimaksud dengan Customize.

1.3. Apa itu Apple Numbers1
Setelah mengetahui pemahaman di atas, mari kita mulai dengan mengenal apa itu Apple Numbers.
Perkenalkan, Apple Numbers adalah aplikasi yang berjalan dalam Operating System macOS2, yang bisa didapatkan gratis apabila anda membeli Apple Computer baru sejak (kalau tidak salah) setelah tahun 2012. Apple Numbers dalam perjalanannya sampai hari ini sudah mengalami beberapa kali penyesuaian. Mulai dari tampilan yang disederhanakan, sampai sinkronisasi dengan device Apple lain, misalnya iPhone dan iPad, dengan menggunakan iCloud3.

1.4. Customized Payroll dengan Apple Numbers
Salah satu kelebihan yang dimiliki Apple Numbers adalah, dalam satu sheet Apple Numbers bisa ada beberapa tabel. Saat mempelajari aplikasi spread sheet yang lain, satu sheet adalah satu “large” tabel. Perbedaan yang sangat menguntungkan. Terutama pada saat menjalankan fungsi lookup, formula yang dibuat bisa membaca tabel tertentu. Untuk lebih memahami memang disarankan untuk mencoba.
Dalam menyelesaikan perhitungan Payroll dengan Apple Numbers, disarankan menghindari penggunaan vlookup.
vlookup dan indexmatch memiliki fungsi yang sama yaitu melihat sebuah nilai dari tabel atau sheet lain dengan ketentuan berada di baris (row) yang sama.

Kenapa disarankan untuk memakai kombinasi index dan match? Salah satu keuntungan dari penggunaan index dan match adalah tidak perlu mengetahui “column number” dari tempat yang ingin dibaca nilainya.
VLOOKUP(search-for,columns-range,return-column,close-match) dari function ini, di bagian return-column kita harus menyebutkan kolom nomor berapa. Akan menjadi masalah baru jika dalam perkembangan selanjutnya ada nomor kolom yang berubah maka kita harus mengganti semua formula vlookup. Ciri-ciri penggunaan vlookup, untuk memudahkan biasanya akan memberikan nomor kolom di atas sendiri.
INDEX(range,MATCH(search-for,search-where,matching-method),column-index,area-index) di sini yang di-match adalah baris (row)-nya dan yang di-index adalah kolom yang ingin dilihat nilainya. Dengan begini, jika kemudian ada kebutuhan untuk mengubah urutan kolom, maka kita tidak perlu mengubah formula yang ada. Index match bisa kita manfaatkan untuk kebutuhan ini, di Apple Numbers.

Menyelesaikan perhitungan Customized Payroll dengan Apple Numbers menjadi sangat memungkinkan karena di Apple Numbers dalam satu sheet bisa dibuat beberapa tabel. Setiap perhitungan Payroll yang Customized selalu akan dimudahkan apabila kita dapat membuat tabel-tabel sesuai kebutuhan. Misalnya; tabel kebijakan pemberi kerja, tabel kebijakan BPJS, tabel kebijakan Pph 21, dan mungkin dalam beberapa perhitungan diperlukan tabel piece rate.

Jika sampai di sini sudah bingung, jangan kuatir baca saja terus. Nanti akan tercerahkan

2. Teknik dan Metode Berpikir
Setelah memahami istilah dan tool yang kita gunakan dalam menyelesaikan perhitungan ini, selanjutnya perlu kita pahami bagaimana urutan berpikirnya. Di bawah ini adalah rahasia umum yang bisa diaplikasikan dalam penyelesaian perhitungan ini.
Rahasia umum yang digunakan dalam sebuah proses bisa kita gunakan di sini. Sangat mendasar, kalau kita umpamakan Payroll ini adalah sebuah proses, maka harus ada input dan harus ada output.

InputProcessOutput

2.1. Input
Yang dimaksud input di sini adalah semua yang menjadi bahan dasar sebelum dilakukan perhitungan. Supaya mudah, kita menyebutnya input konstan dan input variabel. Input konstan termasuk peraturan dan kebijakan pengguna (user), misal pajak, cara pembayaran (pola), peraturan BPJS, dll. Input variabel adalah input yang sudah dijabarkan di atas tadi. Dalam hal Payroll ini, yang berubah setiap kali cut off.

2.2. Process
Proses mungkin bisa disebut juga langkah Calculation. Kalkulasi yang menghasilkan gaji kotor untuk kemudian masuk ke kalkulasi BPJS dan Pajak.
Dalam membuat kalkulasi ini, kita harus memperhatikan jenis input-nya. Rancangan (design) dan identifikasi awal akan menentukan jenis atau model kalkulasinya.
Salah satu contoh formula untuk perhitungan yang menggunakan indexmatch:

IF(PPh Sebulan Nama 10≥0,IF(Status NPWP Nama 10="TIDAK ADA",PPh Sebulan Nama 10×INDEX(Pengali,MATCH(Status NPWP Nama 10,Status NPWP\::A,0),column-index,area-index),PPh Sebulan Nama 10),0)

2.3. Output
Ini adalah hasil yang diharapkan, biasanya adalah berapa gaji per orang. Tapi di sini kita akan explore lebih jauh, karena Apple Numbers dapat memfasilitasi kebutuhan layouting, maka di sini kita bisa membuat slip gaji sesuai kebutuhan. Kita juga bisa membuat laporan untuk pihak finance. Dan kebutuhan-kebutuhan lain yang membutuhkan layout (tampilan) khusus.
Salah satu contoh output yang dimaksud:

Contoh slip sesuai permintaan user - detail per day income

Contoh slip sesuai permintaan user – detail per day income

Cell-cell dalam slip ini ditampilkan cukup banyak dengan tujuan transparansi dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, sehingga tenaga kerja dapat melakukan konfirmasi dengan pencatatan absensi yang ada. Kalau ada yang tidak cocok bisa mengajukan keluhan complain, dan pihak operasional akan langsung mengatasi masalah ini. Sejauh ini dan secara logika, selama datanya benar dan jika dalam proses sama sekali tidak ada data manual, maka kesalahan hitung tidak akan terjadi. Kesalahan lebih sering terjadi pada bagian pencatatan (apalagi kalau pencatatan itu dilakukan manual).

3. Penutup
Masih ada contoh Perhitungan Payroll lain yang bisa diselesaikan dengan Apple Numbers ini. Salah satunya adalah menghitung upah borongan murni, dengan 70 macam jenis pekerjaan. Jadi ada 70 piece rate. Akan dicoba untuk dibahas lain waktu, atau bila bertemu.
Selanjutnya, untuk dapat melakukan sendiri apa yang sudah dibahas ini silakan mulai mengexplore Apple Numbers anda.

Beberapa hal yang penting adalah:
– Dengan memahami fungsi Payroll dan pemahaman umum dari “input-process-output”, kita bisa men-deliver hasil yang diharapkan dari proses Payroll.
– Identifikasi dan rancangan (design) solusi adalah langkah yang paling krusial dari semua proses ini. Bukan pembuatan formula.
– Apple Numbers memiliki beberapa kekurangan dibanding dengan spreadsheet lain. “Kesederhanaan” dari fitur yang ada ditambah dengan kemampuan membuat beberapa tabel dalam satu sheet menjadikan aplikasi ini mampu menyelesaikan persoalan-persoalan Payroll yang Customized. Dan aplikasi ini gratis.

Bagaimana cara mendapatkan Apple Numbers, sudah dijelaskan di atas, yaitu free untuk pembelian Apple Computer.
Silakan mencoba dengan case-case real yang dihadapi. Jika masih belum berhasil dalam pelaksanaannya (identifikasi dan design solusinya), atau malah sebaliknya, menemukan cara-cara baru, mari kita diskusi.

Terima kasih. Semoga membantu.
denny Jd – 25 Februari 2017

 

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Numbers_(spreadsheet) ↩︎
  2. macOS adalah operating ↩︎
  3. http://www.apple.com/lae/icloud/ ↩︎